GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Tanaman Hias Part X

Tuesday, March 24th 2015.

Tanaman air tidak hanya berperan sebagai penyeimbang ekosistem air. Beberapa tanaman air ada yang dapat dimanfaatkan untuk menjernihkan air. Tanaman-tanaman air tersebut ternyata juga memiliki bunga yang indah sehingga dapat dimanfaatkan pula sebagai tanaman hias. Anda dapat menanamnya di kolam atau meletakkannya di dalam pot. Dua dari tiga tanaman hias berikut merupakan tanaman air yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias sedangkan satu tanaman lain merupakan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan pula sebagai tanaman hias. Berikut uraian lengkapnya.

54.Rosella (Hisbiscus sabdariffa)

bunga-rosella-merah

Tanaman Rosella merupakan tanaman herba tahunan yang berasal dari benua Afrika. Tanaman dari suku kapas-kapasan ini (famili Malvaceae) memiliki batang bulat dan tegak dengan ketinggian sekitar 0,5 meter hingga 3 meter. Batangnya berkayu dan berwarna merah. Tanaman ini memiliki akar tunggal.

Daun rosella merupakan daun tunggal dengan bentuk daun bulat telur dan tulang daun menjari. Daun berujung tumpul dengan pangkal berlekuk. Warna daun hijau dengan ukuran panjang 6-25 cm dan lebar daun berkisar antara 5 cm dan 8 cm. Tangkai daun berbentuk bulat, warna batang hijau dan panjang tangkai berkisar antara 4 cm hingga 7 cm.

Rosella

Bunga rosella merupakan bunga tunggal yang muncul dari ketiak daun (flos aksilaris). Bentuk mahkota bunga seperti corong dengan helai mahkota berjumlah 5 dan panjangnya sekitar 3-5 cm. Warna bunga merah dengan pangkal yang saling berlekatan. Putik bunga seperti tabung berwarna kuning atau merah dan benang sari pendek, tebal, bergerombol melekat pada tangkai sari. Panjang benang sari kurang lebih 5 mm dan lebar kurang lebih 5 mm. Kelopak bunga berbulu, berwarna merah dengan pangkal berlekatan. Jumlah kelopak berkisar antara 8-11 helai.

Buah rosella menyerupai kerucut, berambut, dan berwarna merah. Buah terdiri dari 5 sekat ruang. Biji berbentuk seperti ginjal dan ada pula yang berbentuk triangular, berbulu, berwarna putih dan abu-abu (saat tua). Ukuran biji kurang lebih 5 mm panjangnya dengan ukuran lebar 4 mm.

Perbanyakan tanaman melalui biji. Tanaman rosella dapat tumbuh dalam kondisi tanah apapun namun sangat menyukai tanah berhumus, tumbuh di dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian 9900 meter dpl. Tanaman rosella menyukai sinar matahari penuh danumumnya dijadikan tanaman pagar. Bunga rosella mulai muncul pada umur 2 hingga 3 bulan dan pada umur 5-6 bulan sudah dapat dipanen.

Selain senagai tanaman hias, bunga rosella juga dimanfaatkan sebagai teh, selai, sayuran (campuran salad), dan obat tradisional. Sebagai tanaman obat, rosella berkhasiat untuk meringankan batuk, diabetes, sumber vitamin C dan vitamin A, pembentukan sel darah merah (sumber zat besi), antiseptik, penambah tenaga (tonikum), dan banyak lagi.

55. Seroja (Nelumbo nucifera)

Seroja atau Indian Lotus merupakan tanaman air yang termasuk golongan famili Nelumbonaceae. Sinonim dari Nelumbo nuciferq antara lain Nelumbium nuciferum, Nelumbo speciosa, atau Nymphaea nelumbo. Tanaman ini sering disalahartikan sebagai tanaman teratai (Nymphaea sp.) padahal mereka b erkerabat sangat jauh, tidak dalam ordo dan famili yang sama. Seroja memiliki bunga yang tidak mengapung di permukaan air dan memiliki tangkai bunga yang tegak seperti yang dimiliki oleh teratai.

Tanaman yang berasal dari India ini terdiri dari akar, rhizoma (rimpang), daun dan bunga. Akar dan rhizoma tanaman ini terbenam dalam lumpur di dasar air. Tangkai bunga muncul dari rhizoma dengan panjang sekitar 1 meter hingga 1,50 meter. Tangkai seroja berupa tabung tebal berongga di bagian tengah (berfungsi sebagai jalan udara), dan di ujung tangkai muncul daun yang mengapung di atas permukaan air. Bunga terletak beberapa sentimeter dari tempat daun berada. Akar dan rhizoma tertanam dalam lumpur (substrat) dan dapat menjalar di dalam lumpur hingga mencapai panjang 6-9 meter.

Seroja

Daun tanaman seroja berbentuk bundar tak berbelah, tepi daun bergelombang, urat-uat daun terpusat di tengah daun, dan berukuran diameter mencapai 60 cm. Pada daun terdapat lapisan lilin di permukaanya untuk menguangi penguapan.

Seroja memiliki bunga dengan warna bervariasi antara lain putih, kuning, dan merah jambu. Bunga berdiameter sekitar 20 cm, keluar dari tangkai yang berasal dari rhizoma di dasar air, terletak tegak dan tidak mengapung di permukaan air. Berjarak hanya beberapa sentimeter dari daun. Bunga seroja mengeluarkan wangi yang khas. Putik bunga berpasangan. Bunga seroja mekar saat pagi hari dan akan menguncup kembali saat sore hari. Bunga mekar sekitar 3-4 hari.

Jurnal Nature tahun 1997 mempublikasikan penelitian Roger S. Seymour dan Paul Schultze-Motel dari Universitas Adelaide tentang tanaman Seroja yang dapat mengatur suhu bunganya. Berdasarkan penelitian tentang tanaman seroja di Taman Botani Adelaide, seroja dapat mempertahankan suhu bunganya pada 30 °C hingga 35 °C meskipun suhu lingkungan turun hingga 10°C.

Seroja hidup di zona litoral yaitu zona perairan dangkal dengan penetrasi cahaya matahari yang mencapai dasar perairan seperti sungai, kolam, danau atau genangan air. Seroja dapat tumbuh di perairan dengan kedalaman sekitar 0,5 meter hingga 2,5 meter.

Selain sebagai simbol agama Hindu dan Buddha serta tanaman hias, seroja ternyata dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan tanaman obat. Rhizoma (rimpang) dan biji seroja dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan. Rhizoma seringkali diolah sebagai sup, digoreng, atau difermentasi oleh masayarakat di Jepang dan China.

Masyarakat China juga memanfaatkan biji seroja yang masih muda sebagai bahan baku minuman pengganti teh dan diyakini dapat memelihara kesehatan jantung, ginjal dan limpa. Rhizoma seroja juga dimanfaatkan untuk mengobati demam, menambah darah dan meningkatkan nafsu makan. Sedangkan tangkai seroja dimanfaatkan untuk penyakit stroke, muntah-muntah, serta keputihan. Bagi lingkungan, seroja berperan penting untuk menjaga sedimen di dasar perairan tetap stabil dan juga dapat menjernihkan air.

56.Teratai (Nymphaea sp.)

Teratai (Inggris: water lily) merupakan tanaman air dari famili Nymphaeaceae. Tanaman ini sering disamakan dengan seroja (lotus) (genus Nelumbo) meskipun kenyatannya kedua tanaman tersebut tidak sama. Teratai memiliki daun dan bunga yang mengapung di permukaan air dan memiliki daun bercangap (terbelah). Teratai tumbuh pada perairan yang tenang seperti sungai, kolam atau rawa.

Teratai memiliki akar dan rimpang (rhizoma) yang tertanam dalam lumpur di dasar perairan, batang/ tangkai keluar dari rhizoma memanjang hingga ke permukaan air dan pada tangkai-tangkai ini muncul bunga dan daun. Sebagian besar batang/ tangkai tenggelam di dalam air dan hanya sebagian kecil yang muncul di permukaan.

Batang teratai memiliki banyak rongga udara sehingga dapat mengapung di permukaan air. Selain berfungsi untuk menopang daun dan bunga, batang berfungsi sebagai penyerap nutrisi bagi teratai. Struktur ini merupakan adaptasi teratai terhadap lingkungan air yang memiliki kelembaban tinggi dan kurang oksigen. Seluruh bagian akar teratai berongga, tidak memiliki bulu akar dan tudung akar. Fungsi utama akar adalah untuk perlekatan terhadap substrat (lumpur). Tangkai daun licin tak berduri.

Teratai

Daun teratai berbentuk bundar, oval, atau seperti jantung, berukuran lebar dan bercangap dalam (terbelah pada jari-jari daun). Tangkai daun terletak tepat di tengah daun. Tidak terdapat lapisan lilin di permukaan daun. Tepi daun bergerigi dan ada pula yang rata.

Daun-daun teratai memiliki rongga-rongga udara sehingga dapat mengapung di permukaan air dan mendapatkan oksigen. Permukaan atas daun berwarna hijau dan banyak mengandung stomata, sedangkan permukaan bawah daun berwarna keunguan dan terlihat pertulangan daun menjari (terdiri dari tulang daun besar dan kecil). Diameter daun berbeda setiap spesies, umumnya berkisar antara 10-40 cm.

Bunga teratai muncul dari tangkai yang berasal dari rhizoma di dasar perairan. Diameter bunga bervariasi berdasarkan spesiesnya, umumnya berkisar antara 5 cm hingga 20 cm. Spesies N. odorata memiliki diameter lebih kecil daripada N. alba dan N. capensis yaitu berkisar 6-10 cm. Helai mahkota bunga (peta) berukuran panjang sekitar 17-43 cm, berwarna putih (N. alba dan N. ordorata), berwarna biru (N. capensis), kuning, atau merah muda. Tenda bunga berbentuk jorong dan tidak saling berlekatan satu dengan yang lainnya, dan letak bunga berseling. Benang sari berkumpul di bagian dalam bunga membentuk gerombolan pipih.

Famili Nymphaeaceae memiliki genus Victoria (spesies Victoria amazonica atau Victoria regia) yang merupakan teratai raksasa yang ditemukan di perairan dangkal sungai amazon. Diameter dapat mencapai ukuran 3 meter dengan berat sekitar 31 kg. Daun yang pertama muncul berbentuk menyerupai kepala berduri lalu berkembang dan melebar menyerupai nampan dengan tepi daun berlekuk ke atas dengan belahan (bercangap) daun dangkal.

Tangkai dan permukaan bawah daun V. amazonica berduri. Akar teratai raksasa ini dapat mencapai panjang 26 meter. Diameter bunga sekitar 40 cm dan berwarna putih (saat malam pertama) dan malam berikutnya berubah berwarna merah muda.

Teratai dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati beberapa penyakit. Biji teratai dimanfaatkan untuk menyembuhkan diare, keputihan, diare, atau memperlancar buang air kecil. Akar teratai sering diolah menjadi sup untuk mengobati batu berdarah, muntah darah, atau buang air besar berdarah. Bunga teratai dimanfaatkan sebagai terapi hipertensi.

Bagikan ke:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+

Produk terbaru

Rekening Bank

No rek BCA akan di-SMS bersama total tagihan
No rek Mandiri akan di-SMS bersama total tagihan
No rek BNI akan di-SMS bersama total tagihan
No rek BRI akan di-SMS bersama total tagihan

Pengiriman

Temukan Kami di